Monday, June 20, 2022

Belajar Framework Django with Python - I [ Pengenalan & Pengertian Django ]

 

Django framework adalah satu dari sekian banyak framework Python yang ada saat ini. Sama seperti framework lain, Django framework berfungsi untuk memudahkan dan mempercepat kerja developer dalam membangun website.

Framework Django menyediakan berbagai modul, library, dan API untuk dimanfaatkan dengan bebas oleh developer. Sehingga tidak perlu membuat coding dari awal ketika memakai Django framework.

Berbeda dengan framework lain, Django menerapkan arsitektur MTV atau Model Template View. Otomatis, penggunaannya berbeda jika dibanding framework pada umumnya. Lebih lengkapnya tengok ilustrasi berikut:

belajar django framework mtv
Sumber: YouTube

Di sini, tiap komponen punya tugasnya masing-masing seperti:

  • Model – Sama seperti Model pada umumnya, berfungsi untuk memproses dan mengolah data yang dipesan dari database.
  • View & URLconf – Ini adalah “Controller” milik Django. View dan URLconf bertugas untuk mendistribusikan data dari Model menuju Template, atau sebaliknya menerima permintaan data dari Client atau User.
  • Template – Inilah “View” Django. Template di sini tugasnya untuk menampilkan data yang diterima dari database, sesuai perintah yang diinputkan oleh Client.

Berbekal arsitektur MTV inilah, Django framework adalah sebuah full stack framework. Sebab, seluruh aktivitas back end seperti logika dan query dikerjakan oleh Model. Sedangkan, semua hal terkait tampilan front end dikelola oleh Template.

Keuntungannya, tidak perlu menggunakan dua framework terpisah untuk back end dan front end, ketika membangun website dengan Django framework.

django framework python rilis

Django adalah framework yang sudah cukup senior. Ia pertama kali dirilis tahun 2003 oleh dua orang web developer, Adrian Holovaty dan Simon Willison. Hingga artikel ini terbit, versi terbarunya adalah Django 4.0.5 yang meluncur 1 Juni 2022 lalu.

Django framework sendiri sangat terkenal di kalangan developer Python. Bahkan, ia dianggap sebagai framework Python terpopuler saat ini. Terbukti, rating Django di Github termasuk tinggi, mencapai 64+ ribu bintang.

Maka tak heran, framework yang satu ini banyak dilirik oleh perusahaan terkemuka. Beberapa nama beken pengguna Django framework adalah Instagram, National Geographic, Spotify, Mozilla, Pinterest, dan masih banyak lagi.

perusahaan pengguna django

Kelebihan Django Framework 

1. Komplit & Proses Coding Cepat

Django framework adalah kerangka kerja yang punya banyak library, API, dan modul. Apapun kebutuhannya, baik sekadar membuat website sederhana sampai aplikasi web berfitur kompleks, semuanya bisa dilayani oleh Django.

Dan lagi, Django ditulis menggunakan bahasa pemrograman Python. Otomatis, semua fitur yang ada di Python juga bisa dipasang di Django framework tanpa ada masalah kompatibilitas sama sekali. Itulah mengapa, Django disebut sebagai framework yang komplit.

Selain fiturnya yang lengkap, Django juga menggunakan arsitektur MTV yang membantu proses menulis coding. Sebab, MTV menyediakan template script bawaan sekaligus merapikan struktur website.

2. Keamanan Terjaga

Dengan Django, developer dapat terhindar dari berbagai kesalahan keamanan yang lazim terjadi ketika proses coding.

Misalnya dalam pengelolaan username dan password. Di sini, Django tidak akan menyimpan informasi sensitif apapun ke dalam cookies yang cenderung rentan. Melainkan, hanya kunci atau salinannya saja, sementara data aslinya tetap di database.

cryptographic hash function

Tak hanya itu, perihal password juga mendapat perhatian ekstra dari Django. Sebab, django punya fungsi bernama Cryptographic Hash. Cara kerjanya seperti enkripsi, yaitu mengubah password menjadi karakter acak yang sulit dimengerti, sehingga sulit dibobol.

3. Mudah Dirawat & Dikembangkan

Django menerapkan prinsip DRY atau Don’t Repeat Yourself. Artinya, cukup menulis satu atau beberapa baris kode untuk membuat sebuah perintah. Lalu, perintah tersebut bisa diterapkan di bagian website yang lain.

Dengan begitu, akan terhindar dari menulis kode yang sama berulang-ulang. Dan lagi, hasil akhir coding jadi semakin ringkas. Sehingga, website Django lebih mudah dirawat dan diperbaiki apabila terjadi error sewaktu-waktu.

django framework modular
Sumber: YouTube

Selain DRY, Django framework juga memakai prinsip modular di arsitekturnya. Lebih jelasnya, setiap komponen bersifat independen dan dapat dibongkar pasang tanpa menyebabkan error pada komponen lain.

Misalnya ingin memberhentikan sebuah fitur karena suatu alasan. Tinggal mencopot komponen fitur tersebut lalu menggantinya dengan komponen baru. Intinya, aplikasi Django bisa dikembangkan menyesuaikan kebutuhan Anda.

4. Portabel & Fleksibel

Python adalah bahasa multiplatform. Otomatis, semua framework berbasis Python termasuk Django juga bisa dijalankan di berbagai platform. Atau istilah lainnya adalah portabel.

Django identik dipakai untuk membuat website. Namun itu artinya, website Django bisa ditempatkan di berbagai server hosting. Baik itu yang berplatform Linux, Windows, atau bahkan MacOS.

Bicara website, Django framework juga sangat fleksibel. Bisa dikatakan, semua jenis website bisa dibangun menggunakan Django. Sebut saja Content Management System (CMS), website berita, sosial media, sampai ensiklopedia online.

Bahkan saking fleksibelnya, django bisa menampilkan konten website dalam berbagai format sesuai kebutuhan. Misalnya HTML, JSON, XML, dan RSS Feeds.

Memunculkan Simbol & Emoji Pada OS Mac

  Memunculkan Simbol & Emoji  1. Buka aplikasi Pages / Notes pada Macbook. 2. Klik pada Menubar Edit --> Pilih Emoji and Symbols a...