Histogram merupakan jenis diagram batang yang menunjukkan frekuensi jumlah nilai yang dibandingkan dengan sekumpulan rentang nilai. Histogram digunakan untuk distribusi, sedangkan diagram batang digunakan untuk membandingkan entitas yang berbeda. Dalam histogram, setiap bilah mewakili ketinggian jumlah nilai yang ada dalam rentang yang diberikan. Untuk membuat histogram, R menyediakan fungsi hist(), yang mengambil vektor sebagai masukan dan menggunakan lebih banyak parameter untuk menambahkan lebih banyak fungsi
format : hist(v,main,xlab,ylab,xlim,ylim,breaks,col,border)
keterangan :
- v : vektor yang berisi nilai numerik
- main : menunjukkan judul grafik
- col : digunakan untuk mengatur warna batang
- border : digunakan untuk mengatur warna batas setiap batang
- xlab : digunakan untuk menggambarkan sumbu x
- ylan : digunakan untuk menggambarkan sumbu y
- xlim : digunakan untuk menentukan rentang nilai pada sumbu x
- ylim : digunakan untuk menentukan rentang nilai pada sumbu y
- breaks : digunakan untuk menyebutkan lebar setiap batang
Contoh :
# Creating data for the graph.
v <- c(12,24,16,38,21,13,55,17,39,10,60)
# Giving a name to the chart file.
png(file = "histogram_chart.png")
# Creating the histogram.
hist(v,xlab = "Weight",ylab="Frequency",col = "green",border = "red")
# Saving the file.
dev.off()
# Creating data for the graph.
v <- c(12,24,16,38,21,13,55,17,39,10,60)
# Giving a name to the chart file.
png(file = "histogram_chart_lim.png")
# Creating the histogram.
hist(v,xlab = "Weight",ylab="Frequency",col = "green",border = "red",xlim = c(0,40), ylim = c(0,3), breaks = 5)
# Saving the file.
dev.off()
Mendapatkan nilai return hist()
# Creating data for the graph.
v <- c(12,24,16,38,21,13,55,17,39,10,60)
# Giving a name to the chart file.
png(file = "histogram_chart_lim.png")
# Creating the histogram.
m<-hist(v)
m
Menggunakan nilai pengembalian histogram untuk label menggunakan text()
# Creating data for the graph.
v <- c(12,24,16,38,21,13,55,17,39,10,60,120,40,70,90)
# Giving a name to the chart file.
png(file = "histogram_return.png")
# Creating the histogram.
m<-hist(v,xlab = "Weight",ylab="Frequency",col = "darkmagenta",border = "pink", breaks = 5)
#Setting labels
text(m$mids,m$counts,labels=m$counts, adj=c(0.5, -0.5))
# Saving the file.
dev.off()
Menggunakan lebar yang tidak sama
# Creating data for the graph.
v <- c(12,24,16,38,21,13,55,17,39,10,60,120,40,70,90)
# Giving a name to the chart file.
png(file = "histogram_non_uniform.png")
# Creating the histogram.
hist(v,xlab = "Weight",ylab="Frequency",xlim=c(50,100),col = "darkmagenta",border = "pink", breaks=c(10,55,60,70,75,80,100,120))
# Saving the file.
dev.off()