Ku tatap ke langit
Ku renung masa
Lalu ku pejamkan mata ini
Oo...
Ku tenang sejenak dengan mata terpejam
Ku bayangkan waktu berlalu begitu cepat
tanpa ku sadari, t'lah ku lewati sekian banyak waktu
Ku hirup nafas dengan perlahan - lahan
lalu ku hembuskan dengan kebebasan
Oo...
Ku tenang kembali sejenak dengan mata terpejam
Ku ingat waktu berlalu dengan cepat
tanpa ku sadari, t'lah ku lewati sekian banyak waktu
Adakah debu ini semakin hilang ?
Adakah cahaya hati semakin redup ?
Perjalanan demi perjalanan t'lah berlalu
tanpa memberikan henti waktu
namun tak ada gelap y'ng menutupi langkah kaki ini,
Walaupun didepan jurang menanti,
namun Kau mengendong ku, terbang tinggi tanpa terbatasi
Debu y'ng terbuang
Kau letakkan dalam tanganMu
Debu y'ng terhempas
Kau genggam erat dalam tanganMu
Bisakah hati ini tak bersyukur ?
Bisakah hati ini tak bersyukur ?
Bisakah hati ini tak bersyukur ?
Biar hilang seribu hilang
Biar tetes seribu darah menetes dari tubuh ini,
tak kan pernah bisa ku bayangkan
bila terlepas dari tanganMu, Tuhan !
Aku ini adalah debu terbuang
namun tetap Kau genggam, Tuhan !
Aku ini adalah debu terhempas
namun Kau erat memegang !
Dimanakah hati ini tak bersyukur, Tuhan
Dimanakah hati ini tak memuji, Tuhan ?
KebaikanMu, tak berujung, tak terhingga
KebaikanMu,
Oo... kebaikanMu, Tuhan
menutup semua luka
Oo.. kebaikanMu, Tuhan
tak bisa membuat lidah ini tak berkata,
Kau baik dan sungguh baik, amat baik, teramat baik
Oo.. kebaikanMu, Tuhan
membuat lidah ini tak bisa menyusun kalimat seindah y'ng ada
'tuk menyatakan kebaikanMu, Tuhan.
Create Date : 27 Juli 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment