Ku terdiam, seribu diam
Mata ku memandang
Elok dan tenang hati ku terdiam
Sungguh indah mawar yang ku padang
Ku tatap mawar penuh kekangenan
ingin ku peluk erat-erat,
oh..., hati ku menggigil
ku terus memandang
sungguh hati ini terasa seribu rasa
indah.... mata ku memandang
cantik hati ku berkata
Aku kangen.....
hati ku penuh kerinduan
hingga terlelap dalam ketersendirian
mimpipun menjadi kenyataan dalam kesemuan
Ku ukir namamu dalam hati yang terdalam
dengan harapan bersama mu dalam ketersendirian
Ku simpan namamu dalam ingatan
dengan harapan hanya kau seorang dalam ingatan
Waktu adakah kesempatan
adakah harapan 'tuk ku bertemu
dengan mawar idaman
Aku kangen ....
Aku rindu ....
Rindu dan kangen tak bisa ku katakan
bagaikan siang dan malam
Kau s'lalu terbayang dalam ingatan
Aku ingin memeluk mu
Aku ingin mencium mu
Adakah kesempatan
Adakah harapan ?
Cinta yang ku rasakan
bagaikan panas lautan api
Cinta yang ku rasakan
bagaikan dingin didalam lautan es membeku dalam hati ku ini
Adakah pendingin untuk panas hati
adakah pemanas untuk mendinginkan hati
Jika ada sedebu harapan dan kesempatan
Tak kan ku sia-siakan 'tuk meraih kesempatan
Biar samudra api dan samudra es
menghadang ku tetap berjalan mengapai ....
hanya mengapai..... kau seorang.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment