Cobaan dan tantangan datang seri berganti. melanda kehidupan ini... Kadang ingin berlari, kadang ingin menangis dan kadang ingin tertawa, namun adakah yang mengerti. Hidup berjalan seiring waktu berjalan, membawa beribu-ribu rasa duka suka selalu menyertai, kekecewaan dan keputus-asaan selalu datang mencobai. sekuat apakah hati ini, jika dilanda derita dan luka. Hidup ini adalah kesungguhan perjalanan bahari. Dunia dan isinya adalah magnet yang sangat menarik insan untuk menempel dan ikut bersama-sama menjalani hidup sesuai kehendak hati dan hukum alam ini.
Sekuat apakah hati manusia, jika mengandalkan kekuatan sendiri, bukanlah kemenangan yang diraih, namun penyesalan dan kekecewaan serta kehancuran adalah songsongan masa depan. Manusia hanyalah debu tanah yang terbentuk oleh kasih anugrah. Manusia adalah debu tanah yang tidak bermakna dan berharga, maka manusia tidak ada apa - apanya. Hidup akan bermakna dan berharga jika diserahkan oleh sang seniman dan sang pengasih sejati.
Siapakah aku ini ?
Siapakah aku ini, Tuhan ?
aku ini adalah embun
y'ng muncul dan lenyap sekejam
Embun pagi datang,
menghilang dalan hitungan detik
sejuk sejenak, lenyap selamanya
Siapakah aku ini, Tuhan ?
aku ini adalah sekuntum mawar
y'ng mekar dan layu seketika
Mawar mekar sejenak, layu dalam hitungan
tak ada indah tersisa d'lam kelayuan
Siapa aku ini, Tuhan ?
aku adalah sebutir debu
y'ng terhilang dalam tiupan angin
y'ng tak dipandang, tidak d'lam hitungan
Mengapa Kau jadikanaku ini Tuhan,
Menjadi biji mata-Mu,
Siapakah aku ini, Tuhan ?
aku adalah hamba
y'ng tak punya hak dan kehendak
Namun Kau jadikan teman
Mengapa Kau jadikan aku ini Tuhan,
milik kesayangan,
Siapakah aku ini, Tuhan ?
bukankah dunia serta isinya adalah ciptaanMu
Mengapa aku ini, berharga dimata-Mu ?
Kau jadikan pelita d'lam kegelapan
Aku ini adalah debu tanah
y'ng tak punya harapan
Aku ini adalah embun
y'ng tak dipandang
Jadikan aku ini, Tuhan...
sebutir Debu y'ng bersinar terang
'tuk insan terhilang, walau tak dipandang
Jadikan sinar itu tertanam
d'lam insan memandang
'tuk mengingatkan kasih Tuhan
T'rima kasih Tuhan.
Debu tak dpandang, berharga dalam pelukan
T'rima kasih Tuhan
Debu terhilang,
Kau pungut, Kau jaga
Kau bentuk menjadi hiasan
Hiasan kesayangan
Author : Lukas Anwar
Date : 20 Juli 2009
sajak ini dibuat untuk selalu mengingatkan pembuat sajak ini, siapakah aku ini ? agar selalu sadar dan memahami darimana datangnya.

0 comments:
Post a Comment